Jumat, 25 April 2014

Keluarga Bahagia Menurut Syariat

Apabila kita menelusuri Alquran, hadis riwayat shahabat dan ulama, kita menemukan beberapa syarat yang sekaligus menjadi ciri dari keluarga bahagia tersebut antara lain:

Pertama, kasih sayang antara suami dan istri. Syariat Islam melarang dengan tegas pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim. Karena pergaulan yang demikian lebih banyak membawa mudharat. Melalui pergaulan bebas yang tidak diikat oleh ijab kabul (pernikahan) sudah tentu akan melahirkan bentuk kasih sayang yang hanya bersandar kepada pengaruh hawa nafsu semata. Hasil dari keadaan itulah yang akan menjerumuskan ke arah perzinahan, hamil di luar nikah, pengguguran kandungan serta pembuangan anak seperti yang kita dengar banyak terjadi dalam masyarakat.

Islam menggariskan ketetapan bahwa unsur kekeluargaan yang murni sewajarnya bertolak dari pernikahan yang sah. Agar supaya jalinan kasih sayang antara suami dan istri dapat dilakukan dengan bersih dan berakhlak, sesuai dengan firman Allah Swt: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Ruum: 21).

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad saw bersabda: “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalehah.” Dalam sebuah hadis lain: “Orang mulia antara kamu adalah mereka yang berlaku baik kepada keluarganya, sebab aku sendiri pun berlaku paling baik terhadap keluargaku sendiri.”

Kedua, kasih sayang antara ibu bapak dan anak-anak. Dari pernikahan antara suami/istri alamiyahnya akan lahir keturunan, yang mana anak adalah amanah dari Allah yang perlu dididik dengan sempurna seperti yang diterangkan dalam dua hadist. Sabda Nabi saw: “Wajib atas kamu memberi nafkah kepada mereka dan pakaian mereka yang munasabah dan berlaku adil kepada mereka” dan seseorang itu akan berdosa dengan sebab dia menyia-nyiakan mereka yang menjadi tanggungannya.”
Maka kepada kedua ayah dan ibu diletakkan tanggung jawab memberikan pendidikan, asuhan, kasih sayang sempurna, sebagaimana aabda Nabi saw: “Tiap-tiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua ibu bapanya yang bertanggungjawab menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.” Berkaitan dengan hadis ini, Allah berfirman: “Wahai orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari azab api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ketiga, kasih sayang antara anak dengan ibu bapak. Sebagaimana ibu dan bapak memberikan kasih sayangnya kepada anak-anak, demikianlah juga Islam menganjurkan supaya anak-anak ikut memberikan kasih sayang mereka terhadap kedua ibu bapak mereka. Dari apa yang selalu kita dengar, “sesungguhnya syurga itu terletak di bawah telapak kaki ibu”.

Dengan menyayangi dan mengasihi ibu bapak, di samping mematuhi segala perintah dan nasihat keduanya, berkata-kata dengan mereka pun perlu menggunakan bahasa yang lemah lembut serta beradab, tidak menyinggung perasaan mereka dengan perkataan bernada kebencian, kasar dan menyakitkan.
Sebaiknya seorang anak menunjukkan bukti kesyukuran dan rasa terima kasih terhadap jasa kedua orang tuanya yang sudah bersusah payah mendidik dan membesarkannya. Islam menegaskan, satu dosa besar ialah durhaka kepada kedua ibu bapa. Allah berfirman: “Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukannya serta kepada kedua ibu bapak hendaklah kamu berbuat baik.” (QS. An-Nisa: 36

Dalam hal ini, Nabi saw bersabda: “Keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan ibu bapak, maka kemurkaan Allah juga bergantung kepada kemurkaan ibu bapak. Barang siapa yang setiap hari berbuat baik terhadap ibu bapak tetapi mengingkari Aku, maka Aku masih ridha kepadanya, namun siapa yang setiap hari meridhai Aku tetapi sebaliknya mendurhakai kedua ibu bapaknya, maka niscaya Aku murka kepadanya.”
Betapa tingginya nilai keberkatan kasih sayang seseorang anak terhadap ibu bapaknya sudah diterangkan oleh Islam melalui sebuah hadis yang sudah kerap kali kita dengar yaitu: “Apabila mati seseorang Muslim, maka terputuslah hubungannya kecuali tiga perkara yang bisa menyelamatkannya yaitu amal shalih, sedekah dan doa anak yang shalih.”

Keempat, kasih sayang terhadap saudara dan tetangga. Islam senantiasa menganjurkan supaya umatnya menjalin hubungan kasih sayang, silaturahmi dan saling memberi satu sama lainnya. Kasih sayang itu bukan sekedar perlu dipupuk antara suami dan istri, ibu bapak dan anak serta anak dan ibu bapak saja, tetapi silaturahmi terhadap saudara yang lain termasuk tetangga juga sangat digalakkan oleh Islam karena hasil dari ikatan kemesraan itu nanti akan menumbuhkan kekuatan ummat yang padu.

Ini jelas disebutkan oleh Nabi saw dalam hadis yang berbunyi: “Tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai saudara serta tetangganya sama seperti dia mencintai dirinya sendiri.” Dalam hadis lainnya: “Mereka yang baik diantara kamu ialah Muslim yang menyelamatkan Muslim lain dari perbuatan jahat oleh lidah dan tangannya.”

Kasih sayang yang dianjurkan Islam juga terbukti dengan amalan yang mewajibkan kita menunaikan zakat, infak dan sedekah. Karena dengan amalan-amalan tersebut, mereka yang berkecukupan akan dapat membantu golongan orang miskin dan dhaif.

Dalam sebuah hadis Nabi saw bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang Muslim jika ia bahagia dan merasa kenyang tetapi di sebelah rumahnya ada tetangganya yang sedih dan lapar.” Hadis lainnya; “Amat besar pahala yang akan diberikan kepada seorang Muslim yang apabila aroma masakannya tercium oleh tetangga sebelahnya lalu dia bergegas untuk menyedekahkannya semangkuk.”
Kelima, kasih sayang terhadap masyarakat dan lingkungan. Kasih sayang terhadap masyarakat dan seluruh manusia juga digalakkan oleh Islam. Untuk menjamin kerukunan hidup bermasyarakat, Islam juga mencegah kita berbuat kerusakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Oleh karena itu Islam melarang kita mengumpat, berkata-kata bohong, fitnah, hasad dan dengki sesama manusia, menjatuhkan martabat orang lain, mencuri, merampok, menganiaya sesama manusia serta membunuh.

Mengingat besarnya nilai penyayang dan kecintaan Islam terhadap hubungan baik sesama masyarakat manusia, maka memberikan senyuman dan mengucapkan salam kepada orang lain serta tolong-menolong kepada sesama adalah ibadah yang mendapat ganjaran kebaikan dari Allah.
Demikian, semoga rumah tangga saudara, dan rumah tangga kita semua kaum muslimin dan muslimat selalu berada dalam bahagia, sentausa, saadah dan rafahiyah dibawah naungan keredhaan Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mau berkunjung ke mari...dan jangan lupa bisa juga anda mengunjungi website dibawah ini !!!

http://syifa.vv.si/
http://sman1seulimeum.grn.cc
http://masyittah.0zed.com/
http://www.sman1seulimeum.fii.me/
http://syifa.0zed.com/
http://masyittah.bugs3.com/
http://masyittah.p.ht/
http://masyittah.3owl.com/
http://labuhanhaji.yzi.me/
http://sman1seulimeum.0fees.net/
http://sigli.3owl.com/
http://kpbaru.3owl.com/
http://lembahbaru.3owl.com/
http://www.downloadgamegratis.vv.si/
http://samratulasysyifa.blogspot.com/
http://arphanet.wordpress.com/
http://sman1seulimeumblog.wordpress.com/
http://www.syifa.asli.ws/

Terimakasih