Teuku Arpha

Laki-laki, 30 tahun

Aceh, Indonesia

Jangan terlalu bergantung pada orang-lain karna bayanganmu sendiri saja (dapat) meninggalkanmu saat kamu  ada di kegelapan.
: :
Start
Komunitas Website Aceh
Shutdown (pue mate)

Navbar3

komunitas web aceh

Memuat...

Selasa, 15 April 2014

Google Menambahkan 'Auto Backup' Photo Akses di Gmail

Google telah meluncurkan fitur berbagi foto baru untuk Gmail, yang memungkinkan Anda untuk memasukkan Foto Anda di Auto Backup dari telepon Anda ke dalam pesan Gmail di web dengan Insert Tombol.

Klik tombol, dan Anda akan mendapatkan akses ke perpustakaan foto. Ini adalah salah satu manfaat dari memiliki berbagai layanan Google terintegrasi satu sama lain.


 
"Jika Anda meng-upload dan mengatur foto Anda ke dalam album dalam Foto Google, Anda juga dapat berbagi seluruh album," catatan manajer produk Thijs van As. "Plus, Anda sekarang dapat mengubah ukuran gambar saat menulis pesan dengan menyeret di sudut manapun untuk membuat gambar snapshot Anda sempurna."

Fitur yang sangat. Jelas, Anda harus memiliki Auto Backup dihidupkan. Petunjuk tentang cara untuk melakukan hal ini di sini (tidak memerlukan Android).
Read More --►

Senin, 31 Maret 2014

Google Luncurkan Cloud DNS Dalam Preview

Google membuat banyak pengumuman tentang Cloud platform awal pekan ini, termasuk Cloud DNS, sebuah layanan Domain Name System untuk memberikan pengembang cara "sangat tersedia, dapat diandalkan, dan murah" untuk menerbitkan zona DNS dan catatan.

Google sebelumnya mengumumkan
tentang beberapa besar lainnya seperti penurunan harga, berkelanjutan penggunaan diskon, dikelola mesin virtual, memperluas dukungan Mesin Hitung, real-time data besar dengan BigQuery, dan beberapa alat pengembang lainnya.

Dalam posting blog, Google sedang berbicara tentang Cloud DNS. Pengembang dapat menggunakan Cloud DNS API untuk mengelola catatan DNS mereka sendiri, dan nameserver yang menanggapi permintaan DNS untuk membantu penggunaan rute lalu lintas ke server dan aplikasi web.


 " Cloud DNS dapat digunakan untuk nama host , webservers dan sumber daya lainnya internet , termasuk Google Mesin Hitung mesin virtual , dan Google Cloud Storage ember, " tulis manajer produk Surbhi Kaul . " Anda juga dapat menggunakan layanan ini untuk zona dan catatan untuk sistem host di pusat data. Cloud DNS berfungsi dari lebih dari 20 lokasi di seluruh dunia , dan didasarkan pada prinsip yang sama dan infrastruktur yang serupa diterapkan dalam pelayanan otoritatif Google yang digunakan untuk semua properti Google yang melayani miliaran permintaan setiap hari . , Jaringan berbasis anycast global yang Cloud DNS ' nameserver DNS menanggapi permintaan pengguna akhir dari lokasi optimal , sehingga rendah permintaan DNS latency , sehingga meningkatkan kecepatan akses dan meningkatkan keseluruhan pengalaman pengguna akhir . "
" Cloud DNS menawarkan tanda self-service dengan terjangkau pay-as - you-go model , " Kaul menambahkan . " Anda membayar untuk jumlah zona dikelola ditambah catatan , dan untuk jumlah permintaan dilayani bagi mereka zona dan catatan . "
Cloud DNS biaya $ 0,40 per satu juta query per bulan untuk pertama miliar query , dan $ 0.20 per zona host per bulan untuk pertama 25 zona .
Read More --►

Rabu, 29 Januari 2014

Diam Berbahaya

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat” (QS. Al-Ma`idah: 78-79).

Negeri kita kini semakin rapuh. Bukan karena sedikit orang pintar, juga bukan karena tidak kuat persenjataan. Tetapi karena rapuhnya moral, sehingga menimbulkan kehancuran di segala bidang.
Yang lebih parah lagi, banyak orang memilih diam meskipun mengetahui adanya upaya penghancuran negara di berbagai sendi. Ada yang beralasan diam karena sesama golongan, sesama partai politik, dan berbagai kesamaan lainnya.

Keadaan ini memunculkan sejumlah pertanyaan: Apa peran orang-orang yang menyebut diri terdidik dan berpendidikan tinggi dalam menghadapi keadaan berbahaya seperti ini? Bukankah diam saat melihat kemungkaran sama halnya dengan membiarkan datangnya azab?
Menurut Rasulullah, perumpamaan orang yang melakukan kemungkaran ibarat orang yang melubangi kapal yang sedang berlayar di tengah lautan luas. Jika kita membiarkannya, pasti binasa semua orang yang ada di dalam kapal tersebut. Namun apabila kita mencegahnya, maka semua akan selamat (HR. Al-Bukhari).
Read More --►

Jumat, 18 Oktober 2013

Kurban itu Simbol Menyembelih Nafsu

HARI Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1434 telah berlalu, Jumat ini adalah hari terakhir tasyrik, hari di mana umat Islam masih diharamkan berpuasa, namun ada kesempatan menyembelih hewan kurban untuk mereka yang baru mendapat kelapangan, kesempatan, dan kemampuan di hari ketiga tasyrik.
Di antara kita, tentu menjadi bagian yang menyaksikan prosesi penyembelihan kurban itu sendiri atau bahkan menjadi shahibul qurban (orang-orang yang berkurban). Pelajaran penting apakah yang  dapat dipetik dari simbolisme pelaksanaan penyembelihan kurban, apa yang diharapkan dari ibadah kurban untuk kehidupan berikutnya di luar bulan Dzulihijjah?

Mengulas hikmah kurban yang dapat dijadikan barometer kehidupan umat Islam yang lebih baik. Ibadah kurban merupakan simbol penyembelihan nafsu sehingga manusia diharapkan menjadi pribadi yang humanis. 
“Bagi mereka yang berqurban tentu menambah nilai spiritual, memiliki pribadi humanis sadar dan peduli kepada lainnya.

Kurban bukan sebatas menyembelih namun bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mereka yang tidak berkurban dan menerima pembagian daging kurban sejatinya terinspirasi dan memiliki keinginan dan meronta mengharap rezeki dari Allah SWT sehingga ke depan mereka juga menjadi bagian dari orang-orang yang berkurban.

Menurutnya, Nabi Ibrahim banyak disebut di dalam Alquran, artinya ketika sering diulang berarti di situ ada sesuatu yang teramat penting, ada sesuatu yang sangat luar biasa. “Pelajaran apa saja yang bisa kita petik, tentu bukan seremoninya saja tetapi hal-hal substansial yang penting untuk kita ingat,” ujarnya.
Ia menyebut ada beberapa pesan kurban yang mesti menjadi acuan masyarakat muslim ke depan yaitu, Allah menyuruh kita berkurban tetapi jangan mengorbankan jiwa manusia. Artinya, bagaimana ke depan kita harus menyelamatkan jiwa sesama sebab membunuh itu sangat dilarang dan dimurkai Allah SWT.

“Di era modern, banyak sekali pembunuhan yang sistemik yang tidak hanya membunuh jiwa, tetapi membunuh karakter seseorang, menghancurkan karir seseorang, merendahkan, memfitnah, menjegal, meremehkan, dan menjual manusia.
Read More --►

Kamis, 17 Oktober 2013

Sekarat Penegakan Hukum

UPAYA penegakan hukum di Republik ini semakin terlihat bobrok. Langkah jalan di tempat atau bahkan mundur dalam menegakkan keadilan hukum terus saja mewarnai Indonesia sebagai negara hukum. Sebagai konsekuensi logisnya, realitas ketidakberdayaan hukum tersebut, kini telah menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada para penegak hukum. Tidak ada ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi penegakan hukum yang terjadi akhir-akhir ini, kecuali “sekarat penegakan hukum”.

Tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Satgas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (2/10/2013) malam atas dugaan suap pengaturan putusan MK untuk sengketa hasil pemilihan kepala daerah Gunung Mas Kalimantan Tengah dan Lebak Banten menambah daftar panjang kehancuran hukum di negeri ini. Mahkamah Konstitusi yang diharapkan mampu menjadi “pendekar hukum” dan penegak keadilan terakhir di Republik ini kini telah hancur lebur disambar ‘petir’ korupsi.

Kita tentu belum lupa dengan hasil survei dua lembaga, yaitu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indonesia Network Election Survey (INES) beberapa waktu lalu, yang menurunkan laporannya perihal persepsi atau pandangan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. LSI menegaskan 46,7% responden tidak percaya hakim bertindak adil dalam penegakan hukum, sedangkan hasil INES lebih mengagetkan. Sebanyak 72,3% masyarakat tidak puas terhadap penegakan hukum yang dilakukan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Menurut INES, ini dikarenakan penegakan hukum di rezim berkuasa saat ini lebih banyak diintervensi kepentingan pribadi dan kelompok.

Hal ini sangat wajar karena masalah pemberantasan korupsi dan penegakan hukum lainnya masih menjadi persoalan utama yang disoroti publik. Pola atau cara penyikapan publik nampaknya tidak bergeser jauh dari apa yang berkembang setelah terbentuknya penyelenggara negara di bawah kepemimpinan SBY untuk kedua kalinya. Penegakan hukum, terutama bagi para koruptor, masih jauh dari keberhasilan.
Kasus-kasus besar yang masih menggantung atau barangkali sengaja digantung (misalnya kasus BLBI, Bank Century, Silmulator SIM, rekening gendut pejabat negara dan sebagainya), adalah deretan kasus hukum yang meningkatkan sinisme publik terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Kemandulan hukum dan ketidakberanian institusi penegak hukum dalam menyeret para aktor utama pelanggar hukum tersebut berpotensi besar menjadi pemicu keputusasaan publik terhadap hukum. Rakyat sudah menyaksikkan secara kasat mata keperkasaan hukum yang tidak berdaya menghadapi “mastodon-mastodon hukum” di negara hukum ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa model penanganan kasus-kasus besar yang setengah hati dan tak tuntas berujung pada ketidakpercayaan publik terhadap penyelenggara negara. Sikap apriori publik bisa jadi bermuara pada perasaan tidak memiliki pemimpin kuat yang bisa diandalkan menangani kejahatan-kejahatan besar tersebut. Rakyat mungkin saja mengganggap, penyelesaian tindak pidana tidak perlu membutuhkan hukum formal, melainkan hukum rimba.

Padahal, kepercayaan publik merupakan modal utama dan penting bagi kelancaran dan keberlanjutan roda pemerintahan. Kalau orang-orang yang duduk di pemerintahan sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat, mereka akan kehilangan optimisme dalam menjalankan roda pemerintahan itu sendiri. Akhirnya, pemerintahn yang baik (good government) sangat sulit terwujud. Di sinilah pemerintah sebagai wakil negara dituntut secara bergegas mengembalikan kepercayaan masyarakat.

 Perlu berbenah

Lantas, bagaimana seharusnya lembaga penegak hukum mengembalikan kepercayaan publik yang memudar tersebut? Menumbuhkan kembali sikap idealisme para penegak hukum secara konsisten mungkin menjadi jawabannya. Ini tentu saja harus dimulai dari individu-individu yang mengisi posisi strategis di negeri ini, terutama di lembaga penegakan hukum. Tanpa idealisme yang kuat, kapal republik Indonesia ini akan sangat mudah diterpa “gelombang nakal” yang siap memporakporandakan Indonesia.

Kita sebagai bangsa perlu menyadari kembali bahwa kepercayan publik yang dijaga secara baik akan melahirkan kekuatan yang besar dan menciptakan jati diri bangsa yang kuat. Fondasi bangsa ini sudah seharusnya dipertahankan oleh pemimpin-pemimpin bangsa. Tetapi pada kenyataannya, kita telah kehilangan atau mengalami kemunduran yang sangat signifikan. Orang-orang penting di negeri ini ternyata belum mampu menjaga kepercayaan itu dengan penuh tanggung jawab. Hasil survey dari dua lembaga di atas adalah peringatan bagi kita semua untuk berbenah demi masa depan bangsa. 

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah beserta jajarannya melakukan refleksi kritis dan menemukan langkah-langkah strategis serta menciptakan terobosan-terobosan besar untuk mengembalikan jati diri dan kepercayaan bangsa. Sudah waktunya orang nomor satu di nusantara ini (baca: presiden) memiliki kemauan politik kuat yang mampu merubah tatanan bangsa dan negara menjadi lebih adil, makmur, dan bermartabat. 
Selain itu, rakyat sebagai elemen bangsa, juga tidak boleh berdiam diri. Masyarakat dari berbagai kalangan perlu ikut berperan aktif dalam membangun peradaban bangsa, terkhusus peradaban hukum yang kini sedang di ambang kejatuhan itu. Setiap individu harus memiliki kesadaran tinggi dalam mematuhi hukum yang berlaku. Tanpa ada kesadaran publik untuk mematuhi, pasal-pasal hukum tidak akan ada artinya. Yang pasti, setiap orang yang menjadi bagian dari bangsa yang besar ini harus bersikap proaktif memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Sebagai akhir tulisan ini, saya merasa perlu mengingatkan kembali seluruh anak bangsa, bahwa membangun kepercayaan publik memang bukan pekerjaan mudah. Ia memerlukan proses yang panjang dan melelahkan. Meski demikian, kita harus tetap optimis bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum khususnya, dan penyelenggara negara pada umumnya, akan tumbuh seiring penguasa-penguasa atau para wakil rakyat di Republik tercinta ini tidak mengkhianati kepecayaan rakyat itu sendiri. Bukankah kepercayaan akan hilang manakala orang-orang terpercaya sudah tidak lagi bisa dipercaya.
Read More --►

Kamis, 19 September 2013

Penghalang Doa

”Berdoalah kepada Allah dan kamu meyakini akan dikabulkannya. Ketahuilah bahwa Allah ‘azza wa jalla tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai” (HR. Ahmad).

Sebahagian insan bagaikan memiliki senjata yang tak mempan. Senjata yang dimaksud berupa doa, karena doa disebut senjatanya orang-orang mukmin.  Meskipun sudah berkali-kali berdoa, rasanya tak pernah dikabulkan, padahal Allah telah menerangkan akan menerima doa-doa dari hamba-hambaNya.
Bisa jadi memang doa terhalang, karena itu penting memeriksa penghalangnya.  Tidak tertutup kemungkinan, diri kita sendirilah yang telah memasang penghalangnya. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits, ada penghalang doa yang disebut ‘hati yang lalai’.  Lebih mengutamakan yang lain ketimbang mengingat Allah, sering mengabaikan perintah-Nya dan tidak menjaga larangan-Nya, adalah di antara wujud dari hati yang lalai.

Memang harus diakui bahwa di antara kita hanya mengingat Allah dan bermohon bahkan dengan berurai air mata bantuan-Nya di kala sedang menderita kesempitan. Seperti di saat musibah sedang terjadi. Namun di saat lapang atau tidak lagi menderita musibah, begitu saja melupakannya.  Ada juga yang gemar memakan yang bukan haknya atau yang diharamkan.  Padahal para ulama, seperti Imam Al Ghazali, telah mengingatkan bahwa memasukkan makanan ke dalam tubuh akan merugikan diri kita sendiri, seperti terhalangnya doa.
Read More --►

Rabu, 11 September 2013

Google Menambahkan Integrasi Lebih Google+ Untuk Blogger Blogs

Google perlahan tapi pasti menambahkan integrasi Google+ dengan blogging platform usia-tua, Blogger. Pada hari Senin, perusahaan mengumumkan bahwa pengguna dapat berbagi posting blog ke Google+ secara otomatis.

Ini adalah salah satu hal yang tampaknya seperti no-brainer, dan kejutan bahwa Google tidak memungkinkan waktu yang lama, tapi cara baik, itu ada di sini sekarang.

"Memberitahukan pengikut Anda bahwa Anda telah menerbitkan sebuah posting blog baru tidak hanya mendapatkan percakapan terjadi, itu mendorong mereka untuk reshare konten Anda dengan orang lain," kata insinyur perangkat lunak Marc Ridey. "Dengan cara ini sangat penting untuk pertumbuhan blog Anda pemirsa dan keterlibatan. Tapi itu butuh waktu. Dan kami ingin memberikan Anda waktu itu kembali. "

Anda hanya perlu menghubungkan laman Google+ atau profil ke blog Anda, dan fitur tersebut akan mulai bekerja pada saat Anda mempublikasikan posting.

 
"Jika Anda tidak ingin berbagi ke Google+, atau Anda lebih memilih untuk diminta setiap kali, Anda dapat menyesuaikan preferensi Anda dalam tab Google+ dari Dashboard Blogger Anda," kata Ridey.

Google meluncurkan Google+ Komentar untuk blog Blogger pada bulan April, setelah rilis widget Google+ pada bulan November.

Juli lalu, mereka meluncurkan umum Google+ berbagi untuk blogger.
Read More --►