Teuku Arpha

Laki-laki, 30 tahun

Aceh, Indonesia

Jangan terlalu bergantung pada orang-lain karna bayanganmu sendiri saja (dapat) meninggalkanmu saat kamu  ada di kegelapan.
: :
Start
Komunitas Website Aceh
Shutdown (pue mate)

Navbar3

komunitas web aceh

Memuat...

Kamis, 07 Mei 2015

MULAI TAHUN 2016 TUNJANGAN PROFESI GURU AKAN BERBASIS PADA KINERJA GURU


Mulai tahun 2016, pencairan tunjangan profesi guru akan berbasis kepada kinerja masing-masing guru. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya).

“Ke depan, penilaian kinerja guru akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk tunjangan profesi. Hal itu didasarkan atas aturan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009, dan akan mulai berlaku pada tahun 2016,” ujar Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pendidikan Dasar, Kemdikbud, Sumarna Surya Pranata.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lain adalah sebagai bagian untuk menjadikan guru semakin bermartabat. Sehingga, kesejahteraan guru bisa sejalan dengan peningkatan kompetensi dan mutu.
“Kinerja itu salah satu tolak ukurnya adalah kompetensi. Kalau kompetensi dijadikan dasar, maka kita dapat meningkatkan mutu. Mari kita sama-sama berpikir sejahtera yang bermartabat,” ungkapnya.
Dirinya berharap, peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi guru jangan sampai tidak sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan. Bahkan, kata dia, kesejahteraan guru saat ini sudah cukup.

“Dengan melihat tantangan zaman dimana semuanya berubah, termasuk teknologi dan ilmu pengetahuan, maka kompetensi guru juga harus ditingkatkan,” tegasnya.
Dirinya memastikan, dengan aturan tunjangan profesi berbasis kinerja, bagi guru yang tidak memenuhi standar tidak akan mendapat tunjangan profesi. “Kalau guru kinerjanya di bawah B, tidak akan mendapat tunjangan profesi,” jelas Pranata.
Disebutkan, salah satu variabel penilaian kinerja adalah kehadiran. Namun, sambung dia, kehadiran guru di dalam kelas harus memenuhi empat kompetensi dasar.

“Bukan hanya hadir catat buku sampai abis, tapi mengajar dengan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Jangan sampai gurunya pintar matematika, pedagodiknya bagus, tapi kepribadiannya jelek, nanti anak bisa disiksa terus,” ujarnya.
Diakui, pihaknya telah melakukan sosialisasi atas aturan yang akan mulai pada tahun depan itu. Dengan demikian, dia bisa memastikan tidak akan ada guru yang terbeban dengan kebijakan tersebut.

“Kita sudah sosialisasikan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja mulai tahun depan. Sehingga guru bisa berlomba untuk menjadi lebih baik,” terangnya.
Sementara, untuk tahun 2015 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 70,2 triliun untuk tunjangan profesi guru.
sekain berita yang dapat disampaikan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua………….
Read More --►

Sabtu, 17 Januari 2015

Cara Islam Memuliakan Perempuan

ALQURAN tidak mengajarkan distriminasi antara lelaki dan perempuan sebagai manusia. Di hadapan Tuhan, lelaki dan perempuan mempunyai derajat yang sama, namun masalahnya terletak pada implementasi dan peranan masing-masing dalam ajaran agama.
Dalam agama Islam, penempatan posisi dan porsi perempuan sangatlah jelas baik di dalam Alquran maupun hadis yang merupakan acuan bagi umat Islam. Banyak di dalam hadis secara terperinci dan jelas menjelaskan bahwa wanita mempunyai posisi mulia dan terhormat seperti hadis Nabi Muhammad saw yang menyatakan “syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu”, ini merupakan ungkapan betapa mulianya seorang ibu di mata Allah.
Bahkan perempuan dalam hal ibadah mempunyai beberapa keringanan seperti yang tertera di dalam hadis: “Kami dulunya diperintahkan untuk keluar (ke lapangan shalat Id) pada Hari Raya sampai-sampai kami mengeluarkan gadis dari pingitannya dan wanita-wanita haid. Mereka ini berada dibelakang (orang yang shalat), mereka bertakbir dan berdoa dengan takbir dan doanya orang-orang yang hadir. Mereka mengharap berkah hari tersebut dan kesuciannya.” (HR. Bukhari).
Dalam hadis ini menunjukkan bahwa perempuan sangat mulia dalam Islam kalau kita mengetahui akan hal itu. Namun saat ini yang tengah muncul di kalangan masyarakat adalah konsep kesetaraan gender yang dibawa oleh pahaman barat yang dianut oleh masyarakat yang jelas berbanding lurus dengan konsepsi dan hukum-hukum Islam.
Para pelopor kesetaraan gender, tanpa mereka sadari sebenarnya mereka sendiri telah meruntuhkan nilai-nilai moral dan agama, mereka dijadikan alat untuk meruntuhkan agama mereka sendiri.
 Memahami gender
Sebelum saya menguraikan lebih jauh lagi saya ingin memberikan definisi konsep kesetaraan gender atau disebut juga dengan feminisme, yang merupakan sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Istilah ini mulai di gunakan pada 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan (sumber: wikipedia).
Realitasnya, konsep kesetaraan gender sangat mewabah dikalangan masyarakat saat ini, ia bagaikan virus yang sangat cepat menular di kalangan masyarakat ditambah lagi dengan wujudnya pahaman kapitalis sekuler yang sedang berkembang luas saat ini. Pahaman ini dibawa oleh barat dan di senangi oleh nafsu amarah manusia itu sendiri dan menjadi wabah yang mengikis komitment kepada nilai-nilai agama. Jika tidak di bendung dengan efektif maka akan terkikis dan jatuhlah jatidiri generasi tua dan muda umat Islam sekarang.
Pegangan mereka kepada agama akan luntur bahkan akan semakin menipis dan larut. Ketika pahaman kapitalis sekuler ini muncul perempuan menjadi sasaran perbudakan, modal suara sumbang atas nama kebebasan/kemerdekaan. Dalam hal ini maka lahirlah konsep kesetaraan gender yang meruntuhkan kontrol sosial terhadal individu itu sendiri.
Namun sebagian masyarakat tetepa bersitegas dalam menuntut kebebasan yang belebihan seperti sistem demokrasi yang mengusung kebebasan yang berlebihan yang bertolak belakang dengan nilai-nilai agama. Padahal kalau kita tau kebebasan yang berlebihan tanpa ada aturan-aturan didalam nya maka ia tidak akan bertahan lama dan ia akan runtuh dengan sendirinya.
Pada dasarnya semua orang sepakat dan setuju bahwa laki-laki dan perempuan berbeda, gender tidak mengacu kepada persamaan biologis, sosial, budaya, politik dan lain-lain. Usaha dalam upaya penyetaraan gender pada dasarnya telah wujud cukup lama, bahkan telah ada sejak zaman penjajahan.
Pada konsep kekinian, kesetaraan gender tidak habis-habisnya dibicarakan. Di mana sekelompok masyarakat menginginkan adanya kesetaraan gender di antara laki-laki dan perempuan khususnya pada bidang pekerjaan karena masyarakat patriarki pada umumnya perempuan sulit untuk mendapat haknya sebagai akses masuk dunia global saat ini.
Namun yang menjadi masalah saat ini adalah hanya sebagian dari masyarakat ingin menuntut hak dan peranan kesetaraan “gender” saat ini, apakah agama dan apakah dalam pemerintahan mendukung akan hal itu? Ini menjadi pertanyaan bagi kita. Konsep kesetaraan “gender” di indonesia dalam konstitusi kita, Pasal 28 I (22) UUD 1945 menyebutkan bahwa “setiap orang bebas dari hak perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perakuan yang bersifat diskriminatif itu.” Dalam hal ini Negara mempunyai kewajiban untuk menjaga setiap hak-hak seseorang.
Di dalam pahaman kapitalis sekuler menuntut adanya kesamaan gender konsep ini sekelompok kaum wanita mereka merasakan ditindas, mereka sudah tidak dapat lagi membedakan mengapa mereka tertindas dalam sistem kapitalisme, liberalisme, sekulerisme dengan hidup mulia dalam sistem Islam. Mereka yang awam tentang syariat Islam dan jauh dari nilai-nilai Islam itu menuduh syariat Islam tidak adil pada perempuan.
 Memuliakan perempuan
Padahal, kalau mereka jujur melihat dan memahami secara mendalam sebenarnya Islamlah yang memuliakan perempuan. Firman Allah Swt: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya.” (QS. An-Nur: 31).
Maka sudah seharusnya kita membuka mata dan jangan dibodohi oleh ideologi-ideologi barat yang saat ini dalam keterpurukkan pemikiran umat Islam saat ini. Sudah saatnya kita bangun dan bangkit dari keterpurukan yang sedang mengikis nilai-nilai agama dan moral umat Islam sekarang. Kita kembali ke jalan Islam, bukan ke jalan orang-orang non Islam.
Jika memang kita ingin kaum Muslimah mulia, satu-satunya cara adalah kembali ke jalan Islam, bukan dengan mengadopsi paham gender yang realitasnya paham ini telah gagal total menyelamatkan perempuan-perempuan Barat, bahkan justru menjadikan mereka sebagai wanita-wanita “gila karier” serta tidak jarang dijadikan komoditas kepentingan industri.
Read More --►

Selasa, 23 Desember 2014

Inilah Wajah Bumi yang Sebenarnya bila Dilihat dari Luar Angkasa

Seperti apa wajah planet kita bila dilihat dari luar angkasa tanpa diedit atau disesuaikan dengan sudut pandang manusia?

Citra yang diambil oleh satelit cuaca Himawari-8 milik Jepang menunjukkannya. Tanpa diedit, Bumi ternyata tidak sebiru yang dibayangkan.

Himawari 8 yang diluncurkan pada 7 Oktober 2014 lalu memotret Bumi dari ketinggian 35.790 meter. Untuk mengambil gambar, satelit menggunakan instrumen Advanced Himawari Imager.
Himawari 8 bertugas untuk melakukan observasi secara terus-menerus di wilayah Asia Timur dan Pasifik bagian barat. Tahun 2016, Jepang bakal meluncurkan Himawari 9.

Dirilis situs Japan Meteorological Agency pada Kamis (18/12/2014), citra Bumi yang nyata tanpa diedit dilihat dari luar angkasa ternyata lebih abu-abu.

Kata "nyata" di sini punya sedikit jebakan, tergantung pada sudut pandang subyek yang melihatnya.
Bila manusia yang menandang secara langsung, Bumi memang akan tampak kebiruan. Itu dipengaruhi oleh kemampuan melihat mata manusia.

Namun demikian, bila satelit yang memotretnya, Bumi takkan tampak sebiru yang dibayangkan manusia. Warna biru yang dihasilkan biasanya merupakan hasil olahan dari citra.

Sejumlah citra Bumi dari luar angkasa telah dihasilkan oleh berbagai badan antariksa dunia.
Citra yang paling fenomenal adalah "pale blue dot" yang dihasilkan Badan Pebnerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Bumi sebagai titik biru pucat dari planet Saturnus.

Selain itu, ada pula citra Bumi yang seperti kelereng biru ataupun Bumi yang tampak separuh dilihat dari Bulan.
Read More --►

Jumat, 19 Desember 2014

Ini Tomat Hitam-Putih Pertama di Dunia!

Petani di Sutton, Inggris baru-baru ini mengawinkan dua varietas tomat dan berhasil menciptakan jenis tomat terbaru dan yang pertama kalinya di dunia, tomat hitam-putih.

Sebelumnya, para peneliti di kawasan pertanian itu sudah membuat suatu yang unik, yang mereka beri nama 'Indigo Rose' - satu-satunya tomat hitam di bumi.

Namun sekarang mereka bereksperimen mengawinkan tomat hitam 'Indigo Rose' dengan tomat 'cherry' putih untuk menghasilkan varietas terbaru.

Seorang narasumber mengatakan, "tahun ini kami berhasil meningkatkan pencapaian dengan mencangkokkan varietas indigo rose dan creamy white untuk menghasilkan tomat hitam-putih pertama."
"Kami jamin temuan ini akan membuat teman-teman, tetangga dan keluarga anda takjub, apalagi kalau dibikin groovy salads dan sandwiches."

Tomat cangkok ini dibanderol dengan harga 4 Poundsterling perbutir, atau sekitar Rp 80.000/butir. (MIRROR)
Read More --►

Prediksi Risiko Serangan Jantung dari Usia Pertama Haid

Usia ketika seorang gadis mendapatkan haid pertama kemungkinan besar berpengaruh pada risikonya menderita serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Wanita yang pertama kali menstruasi sebelum berusia 10 tahun atau setelah usia 17 tahun memiliki risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit tersebut.

Menarche atau dimulainya siklus menstruasi secara penuh biasanya berlangsung lebih awal pada anak yang obesitas. Karena itu kaitan antara haid yang lebih cepat dengan risiko penyakit jantung di usia lanjut bisa diketahui.

"Menarche merupakan tanda pubertas dan awal fungsi hormon endokrin yang berkaitan dengan reproduksi. Tapi mengapa waktu menarche berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pembuluh darah masih belum jelas," kata Dr.Dexter Canoy dari Universitas Oxford.

Peneliti melakukan kajian data kesehatan pada lebih dari satu juta wanita Inggris berusia 50-64 tahun, termasuk riwayat kesehatan dan reproduksinya. Dalam masa penelitian selama 11 tahun, hampir 250.000 wanita dirawat di rumah sakit atau meninggal akibat komplikasi tekanan darah tinggi, 73.000 menderita penyakit jantung dan lebih dari 25.000 mengalami stroke.

Mereka yang pertama kali menstruasi di usia 13 tahun, mencapai 25 persen dari subjek yang diteliti, memiliki risiko paling rendah mengalami gangguan jantung selama periode penelitian.
Dibandingkan dengan wanita tersebut, 4 persen dari subjek yang pertama kali haid di usia 10 tahun atau lebih muda, memiliki risiko 27 persen menderita penyakit jantung.

Risiko tersebut tetap tinggi meski para ahli memperhitungkan faktor risiko lainnya, seperti ukuran tubuh, kebiasaan merokok dan status sosial ekonomi.
Read More --►

Kamis, 18 Desember 2014

Wanita, Hati-hati Celana Ketat Bisa Buat Area Intim Menghitam

Sekian banyak tren di ranah mode, salah satu yang masih terus diminati adalah gaya busana ketat yang dapat membentuk lekukan tubuh. Hal ini terlihat dari rangkaian koleks jeans, legging, celana pendek, blus, serta rok mini yang cenderung “mendekap” tubuh wanita.

Namun, ada dampak negatif dari kebiasaan mengenakan busana ketat ini, yaitu membuat area intim wanita jadi gelap atau menghitam. Mengapa demikian?

"Tanpa disadari, gesekan yang terjadi pada pakaian ketat dapat menyebabkan kulit di sekitar area V menjadi lebih gelap. Hal ini tentunya dapat membuat para wanita merasa kurang percaya diri," ujar Dewi Koesoema, CHC Director Sanofi Group Indonesia pada konferensi pers Lactacyd White Intimate di Locanda Restaurant, Rabu (17/12/2014), seperti diberitakan Kompas.com

Pada kesempatan yang sama, dr Dian Wijayanti, Medical Affairs Manager PT Sanofi-Aventis Indonesia mengungkapkan, area V adalah area kulit di atas dan di sekitar alat kewanitaan. Area V kerap kali disebut dengan area bikini. Sebab, area V meliputi area yang tertutup oleh pakaian renang bikini.
Menurut dr Dian, karena berada di lipatan kulit, maka area V secara normal pasti akan bergesek dengan kain busana celana. Seringnya gesekan yang terjadi antara kulit di area V dengan kain celana secara terus-menerus akan menyebabkan kulit di area V jadi menghitam.

"Gesekan itu kalau terus-menerus, apalagi kalau dengan bahan pakaian akan menyebabkan kulit di area V menggelap. Keringat juga akan menumpuk dan menyebabkan kulit tidak bisa bernapas, akibatnya jadi menggelap," jelas dr Dian.

Selain itu, area V pada dasarnya merupakan area pada tubuh wanita yang sensitif. Oleh karena itu, wanita harus selalu menjaga kebersihan area V agar kesehatannya tetap terjaga. Sehingga, risiko beragam keluhan dan penyakit di area tersebut pun dapat diminimalisir. "Secara normalnya area V memang harus selalu dijaga kebersihannya," imbuh dr Dian.
Read More --►

Kamis, 01 Mei 2014

‘Cooperative Learning’ dan Kurikulum 2013

KURIKULUM 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal itu dilakukan semata-mata untuk perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena KTSP dianggap belum dapat mencapai harapan yang diinginkan, sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional.

Hal lain yang ikut melatarbelakangi lahirnya Kurikulum 2013 adalah standar proses pembelajaran yang belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci, sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Ditambah pula belum peka dan tanggapnya kurikulum yang ada terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum. Hal itu menyebabkan hasil pembelajaran berbagai mata pelajaran selama ini pada umumnya didapati masih kurang memuaskan. Pembelajaran yang hanya sekadar berorientasi kepada ranah kognitif semata, kurang mengembangkan aspek imtak, intelektual, emosional, sosial, dan budaya.

Kebanyakan kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Biasanya guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berceramah. Sebaliknya, kurang memberdayakan siswa agar aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Guru lebih mendominasi atau menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran yang selama ini terjadi pada umumnya lebih bersifat individual dan kompetitif. Akhirnya, jawaban siswa yang relatif kurang berkualitas cenderung dianggap sebagai kemampuan yang maksimal dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran secara individual dan kompetitif bukanlah pembelajaran yang tepat pada zaman sekarang, disebabkan beberapa faktor: Pertama, pengetahuan sekadar ditransfer dari guru kepada siswa; Kedua, siswa pada umumnya bersifat pasif; Ketiga, guru menjadi satu-satunya sumber yang utama; Keempat, proses dan hasil belajar ditekankan pada kemajuan individu dan bersifat kompetitif; Kelima, di dalam kelas guru merupakan satu-satunya orang yang mengajar; Keenam, suasana kelas cenderung sepi, pasif, dan terisolasi, dan; Ketujuh, guru menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran.
Terkait dengan hal itu, Slavin (1995:3) juga menengarai bahwa belajar individual dan kompetitif memiliki beberapa kelemahan, yaitu; kompetisi siswa kadang-kadang tidak sehat. Sebagai contoh jika seorang siswa menjawab pertanyaan guru, siswa yang lain berharap agar jawaban tersebut salah; siswa yang berkemampuan rendah akan kurang termotivasi; siswa berkemampuan sedang akan sulit untuk sukses dan semakin tertinggal; dan dapat membuat frustasi siswa lainnya. 

Berbasis kompetensi
Akan halnya Kurikulum 2013, ia berbasis kompetensi; berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas mengenai hidup, memiliki kesiapan untuk bekerja, dan memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya. Untuk itu, satu solusi memperbaiki kelemahan pembelajaran untuk meyahuti tantangan Kurikulum 2013, adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning).

Cooperative Learning identik dengan belajar berkelompok atau belajar kooperatif, yang tentu bukan hal baru dalam dunia pendidikan. Sebagai guru dan mungkin sebagai siswa, kita pernah menggunakannya atau mengalaminya. Sebagai contoh saat bekerja dalam laboratorium. Dalam belajar kooperatif, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4-5 orang untuk bekerja sama dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kelompok belajar kooperatif adalah kelompok yang dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan belajar antara siswa. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab mereka terhadap kontribusi dalam usaha mencapai tujuan dan bantuan untuk anggota yang membutuhkan.
Pembelajaran model kooperatif memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: Pertama, ilmu dapat diperoleh secara bersama-sama dalam kelompok; Kedua, setiap anggota kelompok belajar secara aktif; Ketiga, guru bisa lebih aktif dengan peran sebagai model, sumber, konsultan, dan fasilitator; Keempat, proses dan hasil pembelajaran ditekankan pada kerja sama dan kebersamaan; Kelima, setiap siswa berperan sebagai pengajar; Keenam, situasi pembelajaran menyenangkan, dan; Ketujuh, setiap siswa bertanggung jawab terhadap kemajuan belajarnya sendiri dan kemajuan kelompoknya.

Keunggulan lainnya dari Pembelajaran model kooperatif adalah karena. Siswa akan memiliki tanggung jawab secara individual terhadap kemajuan belajarnya dan kemajuan kelompok. Anggota kelompoknya akan bersifat hoterogen, yakni terdiri atas berbagai ras, etnis, agama, kemampuan, dan jenis kelamin. Ketua kelompoknya dapat berganti sesuai dengan kesepakatan kelompok, anggota kelompok saling memberi tanggapan. Pembelajaran dalam kelompok lebih berorientasi kepada proses. Guru berperan aktif mengarahkan siswa untuk menciptakan kelancaran proses untuk belajar keterampilan. Selain itu yang teramat penting adalah siswa bekerja sama dalam kelompok, saling membantu, dan mengalami secara langsung proses kerja sama dalam belajar.

Banyak keuntungan/kelebihan yang dapat diperoleh dari belajar kooperatif, di antaranya: Pertama, dapat meningkatkan kemajuan belajar siswa, dan hasil belajar yang dicapai lebih tinggi dibandingkan dengan belajar individual dan kompetitif; Kedua, dapat meningkatkan daya pikir, memperoleh kedalaman tingkat pengetahuan, dan menciptakan kemampuan berpikir kritis; Ketiga, mengembangkan sikap positif terhadap pelajaran, sekolah, dan pembelajaran secara umum; Keempat, lebih mementingkan tugas dan dapat menghilangkan sikap suka mengganggu teman; Kelima, dapat meningkatkan motivasi belajar;
Keenam, mendorong siswa untuk memperhatikan orang lain; Ketujuh, dapat meningkatkan kemampuan bekerja dan menyelesaikan masalah secara bersama; Kedelapan, dapat mengembangkan rasa sosial; Kesembilan, menumbuhkan rasa penghargaan terhadap gaya belajar teman; Kesepuluh, dapat menumbuhkan percaya diri dan rendah hati; Kesebelas, memberikan kesehatan jiwa, penyesuaian diri dan ketentraman belajar, dan; Keduabelas, dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hubungan antarpribadi (Eanes, 1997:135).

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok belajar kooperatif di antaranya adalah penyelidikan kelompok, Jigsaw, Student Teams Achievement Divisions (STAD), Skrip kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah (problem based introduction), mencari pasangan (make a macth), debat, grup investigasi, kooperatif terpadu membaca dan menulis, dan lain-lain.
Model-model belajar jenis ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya  berfokus pada penyelidikan terhadap suatu topik atau konsep, menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membentuk atau memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bermakna mengenai topik yang sedang dipelajari, efektif membantu siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dengan latar belakang berbeda baik dari segi ras, etnis, kemampuan, jenis kelamin, maupun status sosial, dan menyediakan suatu konteks sehingga siswa dapat belajar mengenai dirinya sendiri, orang lain, lingkungan, maupun kebudayaannya (Eggen & Kauchak, 1998:304).

Belajar kooperatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi pelajaran dengan imtak, dan nilai-nilai sebagai upaya menyahuti kurikulum 2006 yang berbasis kompentensi dan kontekstual. Pembelajaran yang seperti ini dirasakan menarik, bervariasi, dan menyenangkan, serta bermakna bagi anak didik.
Read More --►